Hadiri Temu Tokoh Nasional, Ridwan Kamil Minta Media Hindari Narasi Politik Identitas

- Nasional
  • Bagikan
Gubernur Ridwan Kamil saat hadir di Temu Tokoh Nasional dalam rangka 10 tahun Forum Pemred, Jumat, 5 Agustus 2022. (Foto: Antaranews)

HERALDJABAR.ID, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Kang Emil meminta kepada media untuk menghindari narasi mengenai politik identitas. Sebaliknya, mantan Wali Kota Bandung dua periode ini mengharapkan media lebih mengedepankan narasi yang bisa mempersatukan bangsa dan prestasi kerja.

“Ke depan, media sebaiknya keluarkan narasi-narasi yang mempersatukan. Kurangi politik identitas yang tidak perlu. Fokus pada prestasi kerjanya,” kata Ridwan Kamil kepada wartawan di sela-sela Temu Tokoh Nasional dalam rangka 10 tahun Forum Pemred di Hotel Raffles, Jakarta, Jumat, 5 Agustus 2022.

Bagi Kang Emil, Forum Pemred memiliki pengaruh yang luar biasa dalam mengarahkan pemikiran masyarakat. “Tantangan masa depan adalah, masih yang sama, yakni ribut di dapur. Pertengkaran. Jadi, melalui forum pemred ini saya titip ke depan keluarkan narasi-narasi yang mempersatukan,” ucap Ridwan Kamil.

Lebih jauh Ia juga meminta kepada media untuk tidak memberi panggung kepada narasi-narasi yang tidak inspiratif, serta kepada narasi-narasi yang merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Jawa Barat juga ingin kondusif, ingin damai, ingin pariwisata lagi, dan lain sebagainya. Jangan diganggu oleh berita-berita yang sifatnya meresahkan,” ucapnya lagi.

Apabila media berhasil mengutamakan narasi-narasi positif yang kaya akan prestasi, Ridwan yakin bangsa Indonesia akan melesat.

Dalam kesempatan itu juga, Kang Emil mengucapkan selamat hari jadi untuk Forum Pemred yang ke 10. “Organisasi kalau sudah 10 tahun, insya Allah umurnya panjang. Pemred-pemred dan redaksi ini punya kekuatan yang luar biasa memengaruhi opini, yang dari kanan bisa ke kiri, kiri bisa ke kanan,” ucap Ridwan.

Ketika disinggung mengenai pencalonan presiden, Ridwan Kamil mengatakan bahwa dirinya akan fokus untuk bekerja dengan baik sebagai seorang gubernur terlebih dahulu.

  • Bagikan