Noovoleum Bersama Pemkot Bandung Hargai Minyak Goreng Bekas Masyarakat Rp6.500 per Liter

- Aneka
  • Bagikan
10 Ton Minyak Goreng Curah Diserbu Pelaku UMKM
10 Ton Minyak Goreng Curah Diserbu Pelaku UMKM

HERALDJABAR.ID, BANDUNG – Minyak goreng merupakan bahan pangan yang sering digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Setiap harinya hampir setiap rumah tangga memasak menggunakan minyak goreng. Jika sudah berubah warnanya atau tak layak pakai, minyak bekas pakai tersebut akan dibuang.

Minyak bekas pakai atau biasa disebut jelantah sering sekali dibuang langsung di saluran pembuangan air, bak cuci piring, bahkan ke tanah. Meski terbilang praktis, cara tersebut nyatanya memiliki dampak buruk bagi lingkungan.

Perlu diketahui bahwa minyak jelantah termasuk dalam limbah B3 yang dihasilkan rumah tangga. Limbah B3 merupakan limbah yang dalam konsentrasinya mengandung zat berbahaya yang dapat merusak lingkungan dan berdampak buruk pada kesehatan.

Kini warga Kota Bandung tak perlu khawatir lagi, karena Noovoleum hadir sebagai solusi untuk menampung minyak jelantah dengan memberikan nilai ekonomis.

“Kami di sini konsen di bidang lingkungan, kita melihat produksi minyak jelantah di Indonesia itu terbanyak apalagi Kota Bandung ini masuk ke 5 kota besar di Indonesia yang limbah minyak jelantah nya tuh banyak banget,” terang Project Director Pahlantah Noovoleum, Andini, Jumat 1 Desember 2023.

“Jadi berangkat dari situ kami ingin menyadarkan masyarakat buat sama-sama. Ayo kita jaga lingkungan dan kesehatan. Ternyata minyak jelantah bisa jadi potensi uang juga. Bisa punya nilai ekonomis,” sambungnya.

Perlu diketahui, minyak jelantah yang telah dikumpulkan akan diolah kembali menjadi energi terbarukan.

“Minyak jelantahnya kita olah jadi biodiesel untuk bahan bakar mesin yang ada di pabrik-pabrik sama campuran bioavtur, dan bisa juga sebagai bahan bakar pesawat. Jadi konsepnya dari limbah ini kita bisa olah jadi energi terbarukan,” aku Andini

  • Bagikan